Batik Course (Telkom University x KMITL)

Bandung — Telkom University menjadi tuan rumah kegiatan Batik Course yang berlangsung selama tiga hari, Selasa–Kamis, 22–24 Oktober 2024. Kegiatan ini menyambut delegasi dari Thailand untuk mengeksplorasi seni batik Indonesia sebagai medium penghubung budaya sekaligus sarana pertukaran nilai lintas negara.

Program Batik Course diharapkan dapat mempererat kerja sama internasional, memperluas pemahaman lintas budaya, serta memperkenalkan warisan budaya Indonesia melalui karya seni batik yang nantinya akan ditampilkan dalam ajang bergengsi Swastamita.

Delegasi Thailand yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas 17 mahasiswa dan 3 dosen dari King Mongkut's Institute of Technology Ladkrabang (KMITL) dan Burapha University. Program ini diinisiasi oleh Centre of Excellence (CoE) Art, Culture and Community – Ciptaloka, bekerja sama dengan Fakultas Industri Kreatif Telkom University, sebagai upaya mendalami seni batik sekaligus membangun hubungan lintas budaya antara Indonesia dan Thailand.

Ketua CoE Ciptaloka sekaligus Ketua Program Batik Course, Ahda Yunia Sekar F., S.Sn., M.Sn., menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai media pengajaran dan pembelajaran, tetapi juga menjadi ruang dialog budaya antarnegara.

“Program ini membuka kesempatan untuk berdiskusi dan saling memahami budaya dengan negara tetangga, sehingga tercipta pemahaman lintas budaya yang lebih mendalam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Batik Course merupakan bagian dari komitmen Telkom University dalam memperkenalkan keindahan serta filosofi batik kepada dunia internasional, khususnya kepada institusi pendidikan di Thailand, melalui pendekatan seni dan pendidikan yang kolaboratif.